Seberapapun kecepatan mobil itu, dia tak akan bisa mendahuluiku.

Ini bukanlah permainan kata-kata ataupun trik ala Dedy Corbuzier dan Limbad. Tapi saya akan buktikan murni secara matematis, bahwa mobil di belakang, berapapun kecepatannya tidak akan bisa mendahului sepeda di depannya.

Untuk memudahkan penjelasan, saya asumsikan kecepatan mobil adalah 100 km/jam dan kecepatan sepeda adalah 10 km/jam. Jarak yang memisahkan mereka pada awalnya adalah 100 km. Posisi awal mobil ada di Titik A dan posisi awal sepeda ada di titik B. Lihat gambar di bawah ini.

Dalam waktu satu jam, maka mobil itu akan tiba di titik B, yaitu titik awal sepeda. Namun, karena sepeda juga berjalan, dengan kecepatan 10 km/jam, maka ketika mobil tersebut tiba di titik B, sepeda sudah bergerak 10 km di titik C. Dan begitu pula ketika mobil sampai di titik C, maka sepeda sudah bergerak sejauh 1 km dan berada di titik D. Begitu seterusnya, setiap mobil sampai di posisi terakhir sepeda, maka sepeda tersebut sudah bergerak meninggalkan titik yang tadi. Dengan kata lain, posisi sepeda selalu berada di depan mobil!

Lho tapi kan kenyataannya mobil itu berhasil mengejar? Iya, hal inilah disebut Paradox Zeno. Begini penjelasan singkatnya.

Memang betul, setiap mobil sampai di tempat posisi sepeda terakhir, maka sepeda tersebut sudah bergerak ke depannya. Pada awalnya jarak mereka adalah 100 km. Satu jam kemudian selisih jarak mereka adalah 10 km. Enam menit kemudian jarak mereka tinggal 1 km. Dan setelah 36 detik kemudian, jaraknya tinggal 100 meter. Seratus meter menjadi 10 meter, kemudian jadi 1 meter, lalu 10 cm, 1 cm, 1 mm, .... 1 micron .... 1 Angstrom.... terus sampai 1 drupal. Perhatikan jarak mereka makin lama makin kecil, sampai suatu saat jarak mereka adalah h suatu bilangan yang sangat kecil, yaitu limit mendekati 0. Saat itulah mobil berhasil menyamai posisi sepeda dan setelahnya bisa mendahului.