Mengapa makin ke atas suhu udara makin dingin?
Dalam beberapa kesempatan saya ditanya oleh siswa yang curious, "Kenapa makin ke atas suhu udara makin dingin?. Padahal kan makin dekat dengan matahari?! Pertanyaan yang cukup fair. Sayangnya kalau kita google, kebanyakan jawaban yang ada SALAH, yaitu menghubungkan dengan hukum Gay Lussac yang mengatakan bahwa tekanan udara dan suhu berbanding lurus (PV = nRT). Penurunan suhu dan penurunan tekanan udara tehadap ketinggian adalah dua kejadian alam yang terpisah, memiliki sebab masing-masing! Jadi, jawaban tersebut tidak tepat untuk menjawab pertanyaan di atas. Mengapa?

Pertama, hukum Gay Lussac tersebut berlaku pada suatu sistem yang tertutup dan melibatkan volume dari gas. Kesebandingan baru berlaku apabila volumenya tetap (PV = kT) . Padahal perlu kita ketahui volume atmosphere kita tidaklah tetap, tidak ada batasan yang fixed dari atmosphere kita. Bila suatu tempat dipanaskan, udaranya bukan makin besar tekanannya, tetapi malah turun karena volumenya mengembang (ingat peristiwa angin darat dan angin laut?), Apakah sudah ada yang mencoba menerapkan hukum Gay Lussac secara kuantitatif pada atmosfir bumi? Cobalah!
Oke, kalau bukan karena pengaruh tekanan, jadi apa dong yang menyebabkan suhu udara di atas jadi lebih dingin? Jawabannya sebetulnya sederhana: karena makin jauh dari sumber panas! Analoginya adalah api unggun, makin dekat dengan api unggun udara sekitar makin panas bukan? Dan sebaliknya makin jauh dari api unggun (sumber panas), maka udaranya makin dingin.
Lho kok?! Nah, ini. Kesalahan orang-orang adalah mengasumsikan sumber panasnya adalah matahari. Bukan! Sumber panasnya adalah permukaan bumi yang menjadi panas karena disinari cahaya matahari. Cahaya matahari sendiri sebetulnya tidak panas, tetapi dia membawa energi yang menjadi panas kalau ketemu partikel, seperti permukaan bumi. Itulah sebabnya luar angkasa , bahkan yang dekat matahari sekalipun memiliki suhu mendekati 0 absolut (-273 C), karena di luar angkasa tidak ada partikel yg bisa ditabrak cahaya untuk mengubahnya menjadi panas! (ada sedikit debu kosmik sih, tapi sangat kecil)

Masih bingung? Kok cahaya matahari dibilang nggak panas? Padahal kalau berjemur kita kepanasan? Hallooo..... yang panas kan kulit kita, bukan cahayanya! Cahaya matahari cuma membawa energi yang ketika ketemu kulit kita terus energinya berubah menjadi panas. Coba, kalau kulit kita dibuat dari solar cell seperti Silicon, alih-alih menjadi panas, energi matahari akan diubah menjadi listrik di kulit kita. Oleh karena itu, hati-hati para wanita yang habis operasi Silicon, jangan dijemur itu piranti anda, nanti tubuh anda penuh muatan listrik, he he he, just kidding, ojo dianggap guyon.
Apakah listrik panas? Listrik, sama seperti cahaya matahari adalah gelombang elektromagnet. Keduanya merambat sambil membawa energi. Listrik sendiri sebetulnya tidak panas, tetapi dia membawa energi yang kalau ketemu dengan resistance (hambatan), misalnya setrika, filamen, lampu, dll, akan menghasilkan panas!
Kalau masih bingung juga, silakan pelajari lagi tentang konsep panas. Bahwa konsep panas terkait dengan energi kinetik partikel. Tidak ada partikel, maka tidak ada panas! Oke?
Yang paham ngacung! Yang belum paham, silakan tulis pertanyaan di bawah ini.
Recent comments
16 weeks 5 days ago
17 weeks 6 days ago
18 weeks 2 days ago
19 weeks 13 hours ago
23 weeks 1 day ago
23 weeks 3 days ago
32 weeks 19 hours ago
32 weeks 19 hours ago
38 weeks 4 days ago
1 year 3 weeks ago