Jawaban Soal Matematika Singapura Yang Menghebohkan

Jawaban Soal Matematika SD Kelas 5 Singapura

Heboh soal anak kelas 5 SD di Singapore, berikut ini adalah sola terjemahannya dalam bahasa Indonesia, saya ganti tokohnya dari Albert, Bernard dan Cheryl menjadi Amir, Budi dan Cinta supaya familiar. Saya akan coba menjawabnya di bawah

Pertanyaan

Amir dan Budi ingin tahu tanggal ulang tahun Cinta. Cinta hanya memberi tahu bahwa tanggal ulang tahunnya adalah satu dari 10 kemungkinan ini

  • 15 May, 16 May, 19 May
  • 17 Juni, 18 Juni
  • 14 Juli 16 Juli
  • 14 agustus, 15 Agustus dan 17 Agustus

Kemudian Cinta  memberitahu bulan kelahirannya kepada Amir dan hanya memberi tahu tanggalnya kepada Budi. Dan kemudian Cinta bertanya, "Sudah bisa nebak tanggal ultahku?"

Amir berkata, "Nyerah. Aku tidak tahu tanggalnya dengan pasti. Tapi aku juga tahu bahwa Budi tidak akan bisa tahu"

Budi berkata, "Ha, tadinya aku memang tidak tahu, tetapi sekarang aku tahu ultah Cinta"

Amir kemudian berkata " oh kalau begitu, sekarang aku juga tahu tanggalnya"

Dari percakapan di atas, maka tanggal berapakah ulang tahun Cinta?

Jawaban dan Penyelesaian

Jawabannya adalah tanggal 16 Juli!

Lho kok tahu dari mana? Saya jelaskan di bawah, tetapi sebelumnya bayangkan Amir memegang kertas bertuliskan bulan Juli sebagai bulan lahirnya Cinta dan Budi memegang angka 16 sebagai tanggal lahirnya Cinta. Berikut ini yang terjadi di kepala mereka berbedua. Bagian yang ditulis tebal adalah kalimat yang keluar dari mulut merela.

Amir: "hmm .. karena bulan Juli, berarti ada dua kemungkinan tanggal 14 Juli atau 16 Juli. Kira-kira tanggal berapa yah yang ada di kertas di tangan Budi? Kalau tanggal 14 yg di tangan Budi, dia juga pasti bingung antara tanggal 14 Juli atau 14 Agustus. Kalau tanggal 16, dia juga masih bingung 16 Mei atau 16 Juli. Saya tidak bisa nebak, dan ah, pasti Budi juga nggak bisa nebak !"

Budi: "Aku kan megang tanggal 16, kemungkinan tanggal 16 Mei atau 16 Juli. Lho kok Amir tahu aku nggak bisa nebak? Kalau bulan Mei yang dia pegang, dia pasti tahu kalau aku megang tanggal 19 pastilah aku bisa menebak, tetapi karena dia yakin aku nggak bisa nebak berarti dia bukan pegang bulan Mei! Pasti yang dia pegang adalah bulan Juli! Tadinya aku tidak tahu,  aku sekarang tahu, berarti tanggal16 Juli"

Amir : "Lho kok, kamu sekarang jadi tahu? Berarti kamu tahu kalau kertas yang aku pegang adalah bulan Juli. Tanggal 14 atau 16 Juli yah?  Hmm... Kalau dia pegang tanggal 14 tentunya dia masih bingung antara 14 Juli atau 14 Agustus. Kalau dia pegang tanggal 16 dia mestinya bingung 16 Mei atau 16 Juli. Eh, tapi gara2 aku bilang yakin Budi  nggak bisa nebak, pasti dia sekarang udah tahu pasti bukan bulan Mei.  Ah, sekarang aku juga jadi tahu. Berarti yang kamu pegang pasti tanggal 16 kan ! Oke, aku juga sekarang tahu tanggal berapa (16 Juli)

Penjelasan

Percakapan di atas adalah percakapan halam hati (kepala) Amir dan Budi. Bagaimana saya, sebagai orang ketiga,  bisa tahu yang ada di kepala mereka?

Oke, saya kasih tahu rahasianya. Tapi jangan bilang siapa-siapa yah! Saya sebetulnya seorang detektif. Sebegai seorang detektif saya bekerja mengikuti pentunjuk demi petunjuk yang menuju suatu kesimpulan, seperti seorang Sherlock Holmes. Kalau anda juga penggemar buku karya Enid Byton seperti Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu dan Sapta Siaga kamu pasti tertarik juga menggunakan logika untuk menyelesaikan masalah.

Berikut ini adalah pemecahan masalahnya:

Petunjuk #1 

Amir : Saya tidak bisa nebak, dan ah, pasti Budi juga nggak bisa nebak !"

Kesimpulan : Pasti bukan bulan Mei atau Juni!

Lho? Gimana ceritanya? Iyalah, karena di bulan itu ada tanggal yg unique yaitu tanggal 19 dan 18.

Kalau saja Budi dikasih tau tanggalnya 18 atau 19, Budi pasti tahu bulannya dong, karena tanggal 18 dan 19 masing-masing hanya muncul sekali yaitu di bulan Mei dan Juni.

Tetapi karena Amir yang tahu bulannya bukan bulan Mei atau Juni dimana di bulan itu tidak ada tanggal yang tunggal, maka Amir tahu bahwa Budi nggak bisa menebak bulannya dengan pasti, dari sini kita tahu Amir memegang bulan Juli atau Agustus, tanggalnya mungkin 14 Juli, 16 Juli, 14 agustus, 15 Agustus dan 17 Agustus

Oke, pada tahap ini kita berhasil mengeliminasi bulan Mei dan Juni, sehingga masih tersisa 5 kemungkinan yang semuanya di bulan Juli dan Agustus.

Petunjuk #2: Tadinya Budi tidak tahu, tetapi setelah mendengar Amir yakin Budi tidak bisa nebak sekarang Budi jadi tahu

Kesimpulannya : Tidak mungkin tanggal 14! Budi yang sekarang jadi tahu bahwa bulannya kemungkinan adalah bulan Juli atau Agustus dia langsung bisa tahu bulan yang tepat. Dan ini tidak mungkin tanggal 14! Karena kalau tanggal 14 yang ada di kertas Budi, dia masih bingung nentukan apakah bulan Juli atau Agustus. Jadi kemungkinan 16 Juli, 15 Agustus dan 17 Agustus. Ingat bulan Mei dan Juni sudah dicoret. Tanggal berapapun yang Budi pegang, 15, 16 atau 17 dia pasti bisa menebak bulannya.

Pada tahap ini kita berhasil mengeliminasi tanggal 14 Juli dan 14 Agustus, sehingga tersisa kemungkinan tanggal 16 Juli, 15 Agustus dan 17 Agustus.

Petunjuk #3: Oh kalau gitu sekarang Amir juga tahu.

Nah Amir yang mengetahui bulan tetapi tidak mengetahui tanggalnya mendadak jadi tahu tanggalnya mendengar Budi sudah bisa menebak. Mengapa? Tadi kita sudah bahas walupun Budi sudah tahu tanggal persisnya, tetapi kita hanya bisa menebak-nebak tanggal 16 Juli, 15 Agustus dan 17 Agustus.

Dengan pernyataan Amir " Oh kalau gitu sekarang saya juga tahu." kita jadi tahu bahwa kertas ditangan Amir bertuliskan bulan Juli, karena kalau bulan Agustus dia tidak bisa yakin tanggalnya, karena masih ada 2 kemungkinan yaitu 15 Agustus dan 16 Agustus.

Kesimpulan : Tanggal 16 Juli

Bagaimana? Sudah paham? Kalau sudah paham tentunya anda bisa menjawab pertanyaan berikut ini : http://www.rustamaji.net/id/matematika/soal-alternatif-dari-matematika-singapura

 

Updated: Ternyata setelah dikonfirmasi soal di atas bukanlah soal untuk kelas 5 SD, tetapi untuk kelas 3 SMP! (pfuih!). Bahkan itu adalah salah satu soal untuk olimpiade yang diadakan di Singapura

Available Languages