Apakah yang dimaksud peluang empiris?

peluang empiris bersepeda

Teman eks-SMA saya, sebut saja Luthfi (bukan nama sebenarnya), diajak temen-temennya untuk bersepeda ke Jonggol hari Minggu besok. Rupanya, pada hari yang sama, temen-temen eks-Teknik Mesin juga ngajakin olahraga bareng, yaitu main Basket.

Bingung mau ikut yang mana, karena nggak enak kalau harus pilih salah satunya (semuanya teman baik), akhirnya Luthfi memutuskan untuk menyerahkan pilihan ini kepada istrinya.

Begini katanya, "Tergantung istri saya deh hari Minggu nanti. Kalau pagi-pagi dia bangun tidurnya menghadap ke kiri, saya ikut naik sepeda, kalau dia ternyata miring ke kanan saya ikut maen basket. Tapi kalau dia telentang, saya libur dulu deh olahraganya."

Pertanyaan, "Berapa peluang Luthfi Hari Minggu besok ikut bersepeda bersama teman-teman SMA nya?"

Umumnya banyak yang menjawab 1/3, karena menganggap cuma ada 3 kemungkinan posisi tidur istrinya pada hari Minggu pagi : miring ke kiri, miring ke kanan, atau telentang. Salah! Karena walaupun cuma ada 3 kemungkinan posisi, tetapi masing-masing posisi tidak equally probable

Ada dua jenis cara menghitung peluang, yaitu peluang teoritis dan peluang empiris (empirik). Peluang teoritas didasari dari perhitungan ideal sedangkan peluang empiris adalah peluang yang dihitung dari hasil statistik pengamatan.

Contoh peluang teoritis adalah peluang munculnya angka 1 pada sebuah mata dadu yang dilempar. Secara teori peluangnya adalah 1/6. Karena cuma ada 6 kemungkinan yang bisa terjadi dan keenam kemungkinan kejadian itu memiliki peluang yang sama besar (equally probable).

Peluang empiris adalah peluang yang didasari dari hasil statistik percobaan. Dadu yang dilempar bisa saja memiliki peluang yang berbeda antara empiris dan teoritis, misalnya kalau dadu tersebut sudah tidak berbentuk sempurna sehingga ada kecenderungan menuju ke suatu angka.

Untuk mengetahui peluang empiris kita harus melakukan percobaan yang banyak, misalnya untuk menentukan peluang keluar angka 1 pada mata dadu, kita coba lempar 1000 kali. Kemudian kita hitung berapa kali angka 1 itu muncul. Jika dalam 1000 kali percobaan ternyata muncul sebanyak 200 kali, maka peluang empiris munculnya mata dadu tersebut adalah 200/1000 = 1/5

Untuk dadu yang sempurna, seharusnya peluang teoritis akan sama dengan peluang empiris kalau kita melakukan percobaan yang cukup banyak.

Kembali ke peluang Lutfi di atas? Berapa peluang Luthfi ikut bersepeda ke Jonggol hari Minggu besok?

Untuk menjawab ini, kita harus melakukan percobaan! Paling tidak selama 1 tahun ke depan, setiap hari kita mesti pagi-pagi datang ke rumah Luthfi untuk melihat posisi tidur istrinya. Dari data ini kita bisa tahu berapa peluangnya.

Contoh lain dari peluang empiris adalah http://www.rustamaji.net/id/matematika/berapa-peluang-seseorang-akhirnya-menikahi-temen-sekolahnya

Strand: