Log dan Laporan

Drupal menyediakan sarana pelaporan bagi admin untuk memonitor kinerja websitenya. Agar lebih lengkap laporan yang tersedia, beberapa module harus diaktifikan yaitu:

  • Database logging
  • Statistics

Keduanya adalah module bawaan drupal (Core Module)

Laporan yang tersedia bisa dilihat pada gambar di atas, untuk membukanya buka alamat .../admin/report.  Apabila ada dalam daftar yang tidak muncul di website anda, kemungkinan karena module yang diperlukan untuk menampilkan laporan tersebut belum diaktifikan.

Sebagai contoh laporan Top Page dan Top Visitor baru akan muncul apabila module statistics diaktifkan

Status Report

Adalah salah satu laporan penting yang harus kita pantau setiap hari. Di sini anda bisa menemukan rangkuman paramater situs anda beserta masalah instalasi yang mungkin ada. Misalnya, apakah ada masalah security di file system server anda.

Di dalam laporan ini pula anda akan diberitahu apabila ada module ataupun themes yang perlu diupdate kalau ada versi terbarunya.

Recent Log Message

Ini report penting lainnya yang harus selalu dimonitor. Informasi mengenai error, warning atau sekedar notifikasi di simpan di sini. Sebetulnya, admin bisa menentukan agar log ini selain disimpan dalam database juga bisa langsung ditayangkan di layar pada saat terjadi error/warning tersebut. Untuk fase development mungkin sangat membantu, tetapi untuk website yang sudah tayang (production) sebaiknya error log tidak disajikan kepada user di screen. Cukup melalui fasilitas log message yang bisa dibuka admin kapan saja.

Top 'access denied' errors dan Top 'page not found' errors

Dalah dua laporan yang membantu kita mencari halaman yang bermasalah, baik karena access denied (user tidak memiliki akses) maupun karena halaman tidak ditemukan. Jika ada halaman yang menolak dibuka, mungkin perlu dilihat lagi apakah setting permissionnya sudah benar. Atau mungkin saja memang user tidak punya hak tetapi mencoba membuka halaman yang terlarang tersebut, misalnya halaman /node/add tidak boleh dibukan oleh anonyomous.

Untuk kasus tersebut, maka tidak perlu dilakukan tindakan apapun, kecuali kalau kita lihat user yang sama mencoba berkali-kali dan nampak seperti brute force, mungkin perlu dipertimbangkan untuk memblokir IP Address orang tersebut.

Sedangkan untuk halaman yang tidak dittemukan, kemungkinan karena alamat URL nya berubah. Jika kita menggunakan pathauto maka alamat URL ajan dibuat otomatis mengikuti judul berita. Ada kalanya kita mengganti judul berita sehingga alamatnya pun bisa berubah. Jika alamat sebelumya sudah pernah diindex oleh mesin pencari seperti google, ada kemungkinan ketika user mencari content melalui google akan disajikan alamat yang lama sehingga ketika user membukanya terjadi error page not found ini.

Tags: