Artikel tentang Arduino

Proyek RFID #1 : Membaca ID

proyek RFID Arduino

Sebelum lebih jauh kita membuat proyek yang menggunakan RFID, mari kita mulai dengan proyek sederhana ini.

Tujuan

Pada proyek ini tujuan utamanya adalah agar kita bisa membaca ID dari kartu RFID dan kemudian menampilkannya pada Serial monitor.

Apakah kita bisa membuat ini itu dengan Arduino?

Demam Arduino di kalangan mahasiswa (dan sudah mulai masuk ke SMK dan SMA) dan hobbyst hampir mengalahkan demam batu akik. Arduino mulai banyak diminati sebagai salah satu sarana pembelajaran atau sekedar hobby. Pertanyaanpun banyak muncul dari para pemula yang masih semangat ini, seperti pertanyaan berikut:

Apakah ada RFID yang bisa jarak jauh?

berbagai macam RFID card

Kartu RFID (Radio Frequency ID) adalah suatu kartu identitas elektronik yang bisa dibaca oleh alat pembacanya tanpa harus kontak (contactless). Kartu itu berisi data elektronik (file) yang bisa dibaca oleh suatu card reader RFID. Komunikasi antara kartu dan pembaca (card reader) dilakukan secara wireless melalui gelombang radio (Radio Frequency).

Mengirim AT command ke Bluetooth HM-10

HM-10 adalah salah satu bluetooth low energy device module yang bisa bekerja sendiri standalone. Cukup tambahkan power supply maka HM-10 akan bekerja seperti layaknya ibeacon. Namun demikian sebelum dapat bekerja kita perlu masukkan beberapa parameter yang diperlukan seperti setting mode, kasih nama peripheral, dll. Untuk melakukan setting ini kita harus menggunakan AT command ke HM-10 ini.

Wama adraka mal AT command? Dan tahukah kamu apakah AT command itu?

Membuat Lampu Flip Flop Fading

Pada artikel sebelumnya (http://www.rustamaji.net/id/arduino/membuat-lampu-flip-flop) dibahas cara membuat lampu flip flop standar dengan Arduino, sehingga menghasilkan kelap-kelip seperti berikut ini

Batere Paralel

Batere AA Alkaline memiliki tegangan sebesar 1,5 V, sedangkan batere rechargeable NiCad atau NiMH memiliki tegangan sebesar 1,2 V. Jika kita susun kedua batere tersebut secara serial, maka kita akan mendapatkan tegangan sebesar 1,5 V + 1,2 V = 2,7 Volt. Nah apabila kita susun secara paralel, berapakah tegangannya?

Mengapa output pin arduino kurang dari 5V

Pin output pada Arduino seharusnya memberikan tegangan 5V pada saat statenya On/High dan 0V pada saat statenya Off/Low. Tetapi mungkin anda pernah menemukan ternyata setelah diukur menggunakan multimeter ternyata hasilnya tidak 5V pada saat statenya High?

Pertama-tama check lagi apakah di bagian setup() anda tidak lupa menset pin tersebut sebagai output dengan perintah pinMode(ledPin,OUTPUT);

Berbagai Macam Arduino, Mana Yang Pas Buat Saya?

berbagai macam arduino

Saat ini sudah banyak beredar berbagai bentuk Arduino Board, baik yang keluaran pabrikan Arduino Sendiri seperti Arduino Uno, Arduino Mega, Arduino Due, Arduino Leonardo, dll, maupun yang dibuat oleh pabrikan lainnya seperti DFRDuino, Sainsmart, Funduino, dll. Yang mana yang cocok buat proyek saya?

Voltage Divider dan Sensor Analog

voltage divider

Untuk bisa memahami cara kerja dan penggunaan sensor analog, tidak akan lengkap tanpa paham voltage divider (pembagi tegangan).

Sesuai dengan namanya, voltage divider akan membagi tegangan yang diberikan sesuai dengan perbandingan resistor (hambatan) yang dipasang.

Jadi pada gambar di atas, karena hambatan R1 dan R2 sama (1 kOhm),  maka tegangan batere 3V akan dibagi menjadi sama besar masing2 1,5V yang jatuh di R1 dan R2.

Apa Sih Perbedaan Sensor Analog dan Digital?

Kita sudah sering mendengar, atau bahkan menggunakan kata digital dalam kehidupan sehari-hari; Kamera digital, speedometer digital, jam tangan digital, timbangan digital, dll. Tapi apakah sebetulnya perbedaan antara digital dengan analog? (yang bukan digital = analog).

Halaman