Selamat Datang Arduino & Genuino 101

Arduino 101

Perkenalkan, anggota baru bengkel robotik kami, Arduino/Genuino 101. Salah satu tipe board Arduino yang bakal booming sebentar lagi karena fitur-fiturnya. Insya Allah dalam waktu dekat saya akan lengkapi blog ini dengan proyek-proyek yang memanfaatkan fitur spesisifk Arduino 101 seperti sensor 6-axis (akselerometer dan gyroscope), Bluetooth Low Energy Device, Real Time Clock dll.

Secara singkat saya akan tuliskan beberapa perbedaan dengan Arduino Uno yang selama ini menghiasi blog ini.

  • Power by Intel. Wow! Sementara Arduino board lainnya pakai prosesor ATMega, 101 menggunakan Intel Curie yang merupakan prosesor Intel Quark yang telah ditambahkan beberapa fungsi.
  • Arduino Uno bekerja dgn clock 16MHz sedangkan 101 kecepatan clocknya 2 kali lipat di 32 MHz.
  • Pin Input/output Arduino 101 bekerja pada tegangan 3,3 V Bukan 5 V seperti pada Arduino Uno. Tetapi untungnya pin ini dilindungi dari over voltage kalau kita tidak sengaja menyambungkannya ke input 5V. Ini artinya tegangan keluaran pin pada kondisi HIGH adalah 3,3V. Sedangkan tegangan input bekerja dari 0V s/d 3,3 V
  • Memiliki sensor built-in 6-dof yaitu akselerometer (3-axis) dan gyroscope (3-axis). Sayang tidak sekalian dengan magnetometernya. Tapi untungnya Arduino 101 telah menyiapkan interface untuk magnetometer ini sehingga mudah diintegrasikan.
  • Ada bluetoothnya! Dan bukan sembarang bluetooth tapi sudah BLE versi 4.0. Bisa kita jadikan i-beacon!
  • Flash memory 101 lebih besar yaitu 196 kb dibandingkan Uno 32 kb, artinya kita bisa bikin program yang lebih besar dengan 101.
  • Jumlah PIN input/output sama yaitu ada 20 PIN (14 digital 6 analog), tetapi 101 hanya punya 4 pin yg support PWM sedangkan UNO ada 6. Namun istimewanya 101 semua PIN bisa dijadikan interrupt PIN dibandingkan Uno hanay 2 PIN.
  • Arduino 101 memiliki pin khusus untuk koneksi I2C (SDA dan SCL) tetapi sebetulnya ini sharing dgn pin A4 dan A5 jadi kita tidak bisa gunakan utk keperluan lain jika sudah dipakai I2C.
  • Kelemahan 101 selain harganya yg lebih mahal adalah tidak ada EEPROM *) padahal di Arduino Uno ada 1 kb EEPROM yg cukup utk menyimpan data-data kalibrasi, misalnya.

Oke, demikian pengenalan singkatnya. Tunggu proyek selanjutnya menggunakan 101. Saya janji pasti bakal seru.

UPDATE!

Walaupun tidak ada EEPROM di Arduino 101, tapi dia memiliki library emulated EEPROM dan bekerja seperti EEPROM biasa. Tapi kita tidak bisa menggunakan library standard Arduino eeprom.h melainkan harus memakai library curieEEPROM.h

Tapi, ada yang aneh ketika saya mencoba sketch contoh yang ada di folder example, yaitu "blink". Waktu dicompile ukurannya menjadi 16 kb, padahal dengan Uno ukurannya kurang dari 1 kb. Belum tahu apa yang membuatnya menjadi sebegitu besar dari program yang hanya berisi beberapa baris ini. mncrgknskl.

Bahasa Indonesia