Menyimpan Informasi Permanen di Arduino dengan EEPROM

Variable atau konstan yang kita declare baik di header, di blok setup maupun blok lainnya akan hilang ketika power arduino dicabut. Tentu saja anda sudah tahu hal ini bukan?

Lantas bagaimana caranya menyimpan suatu informasi yang tetap bertahan walaupun Arduino sudah dimatikan, atau istilahnya persistent?

Salah satu cara adalah dengan menyimpan di SD Card dengan menambahkan module SD Card pada Arduino board kita. Tetapi ini artinya kita harus keluar uang untuk membeli komponen. Untuk informasi yang tidak terlalu besar, untungnya, Arduino menyediakan tempat penyimpanan dalam bentuk EEPROM. Tidak besar storage nya, untuk Arduino Uno hanya 1 kilo byte saja. Tapi, hey itu gratis, hehehe.

Tempat penyimpanan sebesar 1 kilo byte ini bisa digunakan untuk berbagai data sederhana, misalnya data hasil kalibrasi suatu alat, informasi berupa identitas pengguna, dll

Caranya juga cukup sederhana, cukup #include library EEPROM, dan kita siap menulis dan membaca informasi di EEPROM.

Cara menulis :

EEPROM.write(addr, val);

di mana addr adalah alamat memory dan val adalah nilai yang mau ditulis (byte). Satu byte informasi disimpan dalam satu alamat mulai dari 0. Alamat tertinggi tergantung ukuran EEPROM, untuk Arduino Uno address tertinggi adalah 1023.

Untuk membaca EEPROM juga sederhana

EEPROM.read(addr);

 

Bahasa Indonesia