Membuat lampu flip flop

Pertama kali saya belajar elektronik adalah waktu duduk SMP kelas 2, tahun 1984-1985. Dan proyek pertamanya adalah membuat lampu flip-flop, yaitu lampu yang kelap-kelip gantian seperti animasi di bawah ini. Ya, memang beda dengan flip-flop nya orang yang belajar digital electronics. Tetapi itulah yang saya inget istilah yang disampaikan oleh guru elektronika kami.

rangkaian flip-flop circuit

Dan seperti yang terlihat pada gambar di atas, untuk membuat rangkaian flip-flop ini kita membutuhkan beberapa komponen yaitu 4 buah resistor, 2 buah capacitor, 2 buah LED dan 2 buah transistor serta sumber daya berupa batere.

Dan untuk menghasilkan periode waktu yang kita inginkan, misalnya setiap 1 detik lampu gantian menyala, kita harus menghitung nilai resistor dan capacitor yang tepat. Bukan cuma itu, kita juga diminta untuk membuat PCB sendiri, mulai dari menggambarkan jalur dengan menggunakan spidol atline 70 dan kemudian melakukan etching serta mengebor PCB tersebut ditempat lobang kaki-kaki komponen. Tahap selanjutnya adalah menyolder. Pekerjaan yang lumayan 'mengasyikan' untuk sekedar membuat lampu flip-flop

Bandingkan sekarang dengan Arduino, untuk membuat hal yang sama, yang perlu kita lakukan adalah menyambungkan LED ke pin-pin Arduino dan membuat program yang memerintahkan untuk menyalakan dan mematikan lampu sesuka kita, Kita tidak perlu lagi menghitung nilai RC untuk mendapatkan periode.

Untuk menyalakan lampu merah cukup perintahkan melalui baris code digitalWrite(ledMerah, HIGH); dan untuk mematikannya digitalWrite(ledMerah, LOW);. Untuk mengganti periode blinking, mempercepat atau memperlambat, kita hanya perlu memainkan perintah kode delay(ms) dalam program. Di mana ms menunjukkan jumlah milidetik periode menunggu

int ledMerah = 8;
int ledHijau = 9;


void setup() {               
  pinMode(ledMerah, OUTPUT);  
  pinMode(ledHijau, OUTPUT); 
}

void loop() {
  digitalWrite(ledMerah, HIGH);
  digitalWrite(ledHijau, LOW); 
  delay(1000);  //tunggu 1 detik            
  digitalWrite(ledMerah, LOW);
  digitalWrite(ledHijau, HIGH);   
  delay(1000);    //tunggu 1 detik          
}

See? lebih gampangkan dengan Arduino?

Terus bagaimana kalau kita ingin menambahkan lampu ketiga LED berwarna kuning? Gampang, tinggal tambahkan LED warna kuning ke pin nomor 10, dan tambahkan baris program untuk menyalakan LED warna kuning. Dan kita bahkan bisa menambahkan jumlah LED sebanyak jumlah PIN Arduino Uno kita dengan mudah, dan mengontrolnya dengan mudah melalui baris program. Bahkan kalau mau lebih banyak lagi LED yang harus kita kontrol melebihi jumlah pin Arduino, kita bisa menggunakan teknik yang disebut Charlieplexing

Sedangkan pada rangkaian sebelumnya, menambahkan satu LED warna kuning bukanlah hal yang mudah, belum lagi kalau kita mau menambahkan lebih banyak lagi lampu LED, rangkaian akan menjadi sangat kompleks. Dan mungkin kita sudah memerlukan IC 555 sebagai timernya. Buat siswa yang baru belajar elektronika mungkin sudah menciptakan barier duluan.

Tetapi permasalahannya di sini, dengan Arduino ada kemungkinan siswa tidak lagi belajar mengenai karakteristik komponen elektronika seperti resistor (R), capacitor (C) dan transistor (Q). Tidak lagi belajar mengetahui bahwa dengan menyusun komponen R dan C kita bisa membuat timer di mana periodenya tergantung nilai R dan C. Siswa tidak lagi belajar fungsi transistor sebagai penguat arus. Atau memang tidak perlu?

Beberapa pihak mungkin merasa sekarang sudah tidak perlu lagi belajar ilmu dasar elektronika seperti dulu, cukup pelajari module, sensor, shield, kemudian rangkai menjadi satu produk yang kreatif, download library dan start programming. Tetapi saya masih merasa bahwa siswa perlu juga mengetahui ilmu dasar elektronika, sehingga bisa lebih maksimum dalam mengeksplore Arduino dan tidak kehilangan orientasi ketika proyek yang dikerjakannya terdapat masalah

Hmmmm... paling tidak siswa harus memahami konsep fundamental dari elektronika yaitu Voltage, Current dan Resistor dan hukum Ohm, seperti yang dibahas pada artikel ini

Komponen: 
Bahasa Indonesia