Apakah kita bisa membuat ini itu dengan Arduino?

Demam Arduino di kalangan mahasiswa (dan sudah mulai masuk ke SMK dan SMA) dan hobbyst hampir mengalahkan demam batu akik. Arduino mulai banyak diminati sebagai salah satu sarana pembelajaran atau sekedar hobby. Pertanyaanpun banyak muncul dari para pemula yang masih semangat ini, seperti pertanyaan berikut:

  1. Apakah bisa membuat sensor maling dengan Arduino?
  2. Bisakah membuat drone pakai Arduino?
  3. Mungkinkah kita bikin rumah pintar (smart house) dengan Arduino?
  4. Dll.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita harus memahami apa sih sebenarnya Arduino?

Arduino adalah suatu mikrokontroler yang bisa menerima input, memprosesnya dan mengeluarkan input! Ketiga hal tersebut adalah yang membatasi kemampuan Arduino, selebihnya imajinasi dan kreatifitas para makerlah yang membatasinya.

Kita bahas satu persatu batasan-batasan ini.

Input

Bicara input tidak lepas dari bicara sensor. Arduino menyediakan sejumlah PIN untuk input digital dan sejumlah lainnya untuk input analog. Masing-masing jenis Arduino memiliki jumlah PIN input yang berbeda-beda. Arduino Mega, misalnya, memiliki jumlah PIN yang lebih banyak daripada Arduino Uno Dengan demikian Arduino Mega memiliki kemampuan lebih besar untuk menerima input/sensors.

Prosesing

Bagaimana suatu input diproses akan ditentukan oleh kemampuan prosesing ini. Ada 3 hal yang membatasi prosesing ini, yaitu kecepatan prosesor, memory penyimpanan program dan storage penyimpanan data. Untuk pemrosesan data yang sederhana seperti misalnya mengkonversi temperature dalam celcius ke fahrenheit, misalnya, tentu saja Arduino lebih dari mampu. Tetapi untuk membuat robot autonomous dengan perhitungan control yang kompleks, mungkin di luar kemampuan Arduino, baik dari kecepatan processing maupun ukuran penyimpanan program.

Output

Bicara tentang output, artinya kita bicara bagaimana hasil dari pemrosesan input ini disajikan atau diwujudkan. Arduino menyediakan 2 jenis output, yaitu output digital yang hanya 2 kemungkinan ON atau OFF dan output PWM yang dapat mensimulasikan output analog dimana keluarannya bisa nilai 0 sampai 1023. Output digital bisa digunakan untuk menyalakan dan mematikan suatu alat, misalnya lampu atau DC motor, sedangkan output PWM digunakan untuk misalnya menyalakan speaker dengan volume tertentu.

Sama seperti input, berbagai macam tipe Arduino juga memiliki jumlah PIN output yang berbeda. Secara umum, makin banyak jumlah PIN output yang tersedia maka semakin banyak pula yang bisa dikendalikan dengan Arduino, walaupun sebenarnya ada juga mekanisme untuk meningkatkan jumlah input dengan menggunakan shift register.

Pertanyaan-pertanyaan di atas harus bisa dibreakdown menjadi 3 kelompok tersebut untuk bisa menjawabnya. Misalnya, untuk menjawab pertanyaan pertama, "Apakah bisa membuat sensor maling dengan Arduino?", kita harus breakdown sbb:

  1. Adakah sensor (input) untuk mendeteksi maling?
    Ada, salah satunya PIR sensor dan camera yang bisa disambungkan ke Arduino
  2. Apakah Arduino bisa memproses data input?
    Untuk sensor PIR, tidak ada yang sulit, baik kecepatan dan memory Arduino bisa mendukung, bahkan jenis Arduino terkecilpun seperti Arduino Nano. Untuk sensor camera, bisa beda ceritanya, tergantung apa yg kita ingin lakukan. Ketika kita perlu menyimpan data rekaman video, maka kita memerlukan tambahan storage dalam bentuk SD card, misalnya.
  3. Apakah Arduino bisa memberitahu apabila ada maling? Ada berbagai cara, misalnya dengan membunyikan alarm atau menyalakan lampu. Bahkan kita bisa tambahkan module supaya bisa mengirim SMS apabila sensor arduino mendeteksi ada maling.
Bahasa Indonesia