Voltage Divider dan Sensor Analog

voltage divider

Untuk bisa memahami cara kerja dan penggunaan sensor analog, tidak akan lengkap tanpa paham voltage divider (pembagi tegangan).

Sesuai dengan namanya, voltage divider akan membagi tegangan yang diberikan sesuai dengan perbandingan resistor (hambatan) yang dipasang.

Jadi pada gambar di atas, karena hambatan R1 dan R2 sama (1 kOhm),  maka tegangan batere 3V akan dibagi menjadi sama besar masing2 1,5V yang jatuh di R1 dan R2.

Dengan mengubah-ubah perbandingan R1 dan R2 kita bisa mengubah-ubah tegangan yang jatuh baik di R1 maupun R2. Misalnya, jika R1 = 2 kOhm sedangkan R2 = 1 kOhm, maka tegangan di R1 (VR1) menjadi 2V dan VR2 = 1 V. Atau secara umum bisa dituliskan :

$ V_{R1} = \frac {R1} {R1+R2} \times V_{CC} $

dan

$ V_{R2} = \frac {R2} {R1+R2} \times V_{CC} $

Ada satu komponen elektronika yang dibuat khusus untuk berfungsi sebagai voltage divider, namanya potensiometer seperti gambar di bawah ini. Di dalamnya mengandung R1 dan R2 dengan susunan seperti gambar di atas. Dan nilai R1 dan R2 nya bisa diubah-ubah dengan cara memutar knob. Hasilnya kita bisa mengatur tegangan di titik tengah dengan mengatur knob!

Potensiometer ini  bisa kita gunakan sebagai analog sensor! Bahkan hampir semua sensor analog bekerja seperti potensiometer ini. Cuma bedanya sensor-sensor tersebut tidak perlu secara manual kita putar, melainkan "diputar" oleh keadaan tertentu. Misalnya sensor cahaya (LDR), bekerja seperti potensiometer yang berputar otomastis tergantung besarnya intensitas cahaya. Kalau cahaya bertambah terang, kita seperti memutar potensiometer ke kanan. Dan kalau cahaya menjadi gelap, seperti memutar potensiometer ke kiri.  Untuk lengkapnya silakan baca http://www.rustamaji.net/id/arduino/mendeteksi-cahaya

Mari ambil Arduino Uno dan potensiometer dan kita mulai bikin sketch dengan Arduino!

Bahasa Indonesia